When New Year came, i saw many social media post saying “It’s a new 365-paged book, write a good one.” or something like that. I don’t know from whom that quote was, some said that it was Pevita Pearce’s. Even my crush gave me that text. Probably by broadcasted that text. But i really hope that she texted me individually. But no no, we’re not gonna talk about that right now.
Apa yang bakal gw omongin kali ini? Hmm, sedikit banyak mungkin yang bakal gw omongin adalah sama seperti yang orang-orang lain omongin: dikotomi antara masa yang sudah terlewat dengan harapan akan masa yang akan datang.
2013 was my best year. Well, not necessarily i was being the best, but it was full of joy riding that roller coaster. First, on January, Four Of Us was started. After being bullied by so much fake friendship and adornment, me and my friends finally making our own trial to shoot for our own. 4 individual musician making the better of our own self, and being a part as a group nonetheless. It was a good year with it’s ups and downs, but we enjoy every second of it. Buat gw pribadi, mudah-mudahan ke depannya, Four Of Us, baik secara individual dan sebagai sebuah grip, tetap mempunyai kenikmatan dan kesenangan untuk tampil bersama, berkembang bersama, berkembang masing-masing, dan tetap mencintai music dan menampilkannya dengan ketulusan.
Bagaian berikutnya mungkin yang akan paling panjang. I broke up until almost 4 years of intimate relationship. Yup. It was my fault, i followed my ego and it was backfired on me. I knew. I know. But the thing was, i loved her so much, for the first two weeks, everyday i asked her what would it takes to get her back. But it gone down as this: for having the chance to try to get her back, i was not given; not allowed. And that, not given the chance even only to try, became a terrible trauma for me having a go to my crush; to date. Tapi yasudahlah, itu haknya si crush mau menganggap gw apa. Hal ini terjadi di sekitaran April, justru ketika skrripsi + ujian2 + ujian2 perbaikan untuk kesempatan terakhir gw bust lulus sedang berlangsung. Saat-saat itu emang legendaris. Gw yang gak punya semangat, memaksa diri gw sendiri untuk terus ngejar-ngejar kelulusan. Sidang yang terjadi 2 hari setelah batas terakhir sidang fakultas, ditolak, diberikan 4 hari untuk mengubah paradigma penuliasan, sidang lagi satu hari sebelum batas terakhir pemberesan nilai satu Univeritas, dan berhasil melaluinya. I was the last man from my batch having my thesis defended. Oh boy, what a legendary story.
Berhasil melalui itu semua memberikan gw sedikit banyak keprcayaan diri bahwa “putus” adalah sebuah fase yang mau gak mau harus gw terima. Apalagi dengan adanya banyak wanita-wanita luar biasa yang berhasil menginsparasi gw untuk itu, accepting the fact that she was gone, forever. Wanita2 ini gw hargai dengan amat sangat, kagumi secara maksimal, sehingga ‘move on’ adalah hal yang menyenangkan, atau setidak2nya i was making fun of it. Dorongan semangat dari teman-teman dengan cara mereka sendiri, dorongan inspirasi dari wanita-wanita tersebut, serta keinginan dan self esteem yang sudah sedikit meningkat membuat gw berani untuk mencoba mengikuti scholarship challenge yang dibuka oleh salah satu sekolah audio ternama yang menag gw pengen masuki.
After having the approval of my graduation, for keeping my mind busy, gw langsung mencoba mengikuti scholarship challenge tersebut dengan memproduksi rekaman gw sendiri, gw terpilih di 6 besar dan mendapatkan beasiswa sebagian. Setalah hitung-menghitung dan memberikan proposal kepada orang tua, mereka menyetujuinya. Dan September 2013, gw menjadi mahasiswa lagi, di kumpulan seniman berotak sedikit lebih absurp dibanding orang-orang di perkuliahan gw sebelumnya ;)
Gw merasa diterima, sebagai gw apa adanya, disana. Meskipun gw belum menjadi murid yang gw pengen gw menjadi, gw masih tetap terus menikmati setiap jejak usaha yang gw lalui disana. Very fvcking fun and awesome.
Gw merasa diterima, sebagai gw apa adanya, disana. Meskipun gw belum menjadi murid yang gw pengen gw menjadi, gw masih tetap terus menikmati setiap jejak usaha yang gw lalui disana. Very fvcking fun and awesome.
Now, I’m back to my parents house. Mulai hidup baru disini setelah hampir 8 tahun ngekost, 6 tahun hidup sendiri, sekarang mesti tunduk lagi sama jam rumah. Sekarang cukup pede buat ngajakin cewek having a casual date tanpa wacana dan ekspektasi apapun. Kalau pun ada, ya biarlah biarlah menjadi biarlah. Having a good rig of recording equipment, performing equipment, and planing to invest some more on that. Punya kamar yang lagi ditambahin buat urusan itu. Punya banyak teman baru di tempat baru. Masih punya teman-teman lama yang masih awesome selalu. Wow. 2013 adalah tahun yang benar-benar membuat gw menemukan diri gw sendiri berulang2. Menemukan siapa sebenarnya Yonathan Luther Manullang a.k.a. Boyot itu.
2014 harapan gw buat gw cuma 1: gw pengen direndahkan hatinya oleh Tuhan bahwa gw belum menjadi apa-apa; bahwa bakat gw belum gw eksploitasi secara maksimal, bahwa keahlian dan pengetahuan gw cuma sekedar, bahwa keseksian gw belum sekelas Justin Timberlake, bahwa masih banyak passion kecil2 gw yang amat sangat berguna bila gw mau mewujudkan, bahwa perwujudan mimpi adalah seumur hidup, bahwa gw hidup bukan untuk diri sendiri tapi juga keluarga terutama bonyok friends colleagues and all the peoples around me; sehingga keinginan belajar gw tetap tinggi di segala aspek kehidupan. Dan semua itu dilalui dengan dua senjata yang selalu diajarkan Tuhan untuk gw pakai: Cinta (kasih) dan ketulusan.